Sabtu, 05 November 2011

Terbohongi dan di kecewakan

Malam minggu ini, saya sebagai lelaki merasa di bohongi dan di kecewakan, mengapa tidak, saya sudah berusaha ingin bertemu kekasih yg saya kira tak akan mengecewakan saya, sayang yg saya inginkan tidak seperti itu yg terjadi, sebelum magrib kami masih berdoa semoga bisa bertemu di pesta ulang tahun teman saya dan dia, dan setelah magrib kekasih saya pun di bolehkan pergi tp dengan syarat dia di antar, tak buruk, saya pun gembira walau dia di antar, tp entah mengapa dia marah-marah berkata itu tidak adil, tapi saya meyakinkan walaupun begitu kita akhirnya akan bertemu juga di pesta itu, dia pun mandi setelah selesai menunggu dia mandi, saya pun bersiap-siap untuk berangkat dengan motor saya, karna dia berkata dia di antar, sayapun berangkat walau di luar sedang hujan, saya pun terus bertanya apakah dia benar akan pergi, tp dia pun tak jelas pergi atau tidak, dan beberapa menit ada sms yg berkata dia akan pergi dengan ibu temannya, tetapi habis isya, saya pun jengkel mensengar itu, kesal sekali rasa hati, tapi bukan itusemua yg merasa saya tersakiti, saya padahal sudah sampai di tempat pesta itu, karna malu saya berputar-putar dulu sambil menunggu kekasih saya sampai, tak lama saya mendapat sms yg berisi kata-kata bahwa dia pergi ke pesta temannya yg lain, saya pun sangat kesal, dia menyuruh saya kesana tapi saya tidak mau, dan dengan seenaknya dia menyuruh saya menunggu dia, itu yg membuat saya sakit hati, saya dari rumah saya di sebrang berhujan-hujanan demi bertemu dia, tapi apa dia malah ke pesta orang lain, sakit rasanya...
Dan tak salah saya mengeluarkan kata-kata kotor saya ke dia, karna saya merasa saya di bohongi dan dikecewakan, lelaki mana yg tak sakit hatinya di perlakukan seperti itu.
Dengan keadaan itu, dia masih merasa dialah yg benar dan saya yg salah.
Sabat itu ada batasnya, jika selama ini saya tak pernah mengeluarkan kata kotor saya ke anda, tp maaf malam ini keluar karena anda sendiri yg membuat saya mengeluarkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar